Tentang Kami
Menjaga akar, menumbuhkan harapan
REVITALISASI AGROFORESTRI BERBASIS WARISAN BUDAYA JAWA BARAT
FOLU Net Sink 2030 merupakan komitmen penting Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya. Di Jawa Barat, upaya ini diterjemahkan melalui pendekatan berbasis tapak yang menghubungkan konservasi hutan, pemulihan lahan kritis, peningkatan cadangan karbon, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan praktik agroforestri berbasis warisan budaya.
Program ini diinisiasi oleh Pusat Unggulan Lingkungan dan Ilmu Keberlanjutan (PULIK) Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Yayasan Pelestarian Alam dan Kehidupan Liar Indonesia (IWF). Melalui kolaborasi ini, FOLU dikembangkan bukan hanya sebagai agenda mitigasi perubahan iklim, tetapi juga sebagai gerakan pembelajaran, pemberdayaan, dan transformasi pengelolaan lahan yang lebih berkelanjutan.
Fokus Program
Melalui pendekatan multi-, inter-, dan transdisiplin, program ini menggabungkan ilmu lingkungan, ekologi terapan, kehutanan, agroforestri, sosial-ekonomi masyarakat, pemetaan spasial, konservasi keanekaragaman hayati, serta pengelolaan karbon. Pendekatan tersebut menjadi dasar dalam merancang aksi nyata yang dapat diterapkan langsung di tingkat masyarakat dan lanskap.
Program FOLU NC Jawa Barat berfokus pada peningkatan cadangan karbon melalui revitalisasi agroforestri tradisional berbasis warisan budaya. Agroforestri dipilih karena mampu mengintegrasikan pohon, tanaman pangan, tanaman buah, tanaman rempah, serta praktik pertanian masyarakat dalam satu sistem penggunaan lahan yang produktif dan ekologis.
Pendekatan ini mendukung penyerapan karbon, perbaikan kualitas tanah, konservasi air, pengendalian erosi, peningkatan keanekaragaman hayati, serta penguatan ekonomi lokal melalui hasil hutan bukan kayu dan produk pertanian berkelanjutan.
Ruang lingkup dan tujuan
Mengapa Pendekatan Kami Berbeda?
Kami percaya bahwa pemulihan ekosistem tidak cukup dilakukan hanya dengan menanam pohon. Pemulihan harus dibangun melalui pengetahuan lokal, partisipasi masyarakat, data ilmiah, pendampingan berkelanjutan, dan kolaborasi lintas pihak.
Karena itu, program ini menggunakan beberapa pendekatan utama:
Agroforestri berbasis warisan budaya: Menghidupkan kembali praktik pengelolaan lahan tradisional seperti kebun campuran, talun, pekarangan produktif, serta sistem tanaman berlapis yang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Jawa Barat.
Living Lab dan sekolah lapang: Membangun ruang belajar bersama di tingkat tapak agar masyarakat, akademisi, mahasiswa, pemerintah, dan mitra dapat melakukan praktik, pengamatan, evaluasi, dan inovasi secara langsung.
Peningkatan kapasitas masyarakat: Mendorong pelatihan teknis, pendampingan, mentoring usaha, peningkatan awareness, dan penguatan kelembagaan lokal agar masyarakat mampu mengelola lahan secara mandiri dan berkelanjutan.
- Monitoring karbon dan keanekaragaman hayati: Mengembangkan baseline serta sistem pemantauan karbon, vegetasi, dan biodiversitas untuk memastikan bahwa kegiatan agroforestri memberikan manfaat ekologis yang terukur.
- Kolaborasi pentahelix: Menghubungkan unsur pemerintah, akademisi, komunitas, sektor swasta, dan masyarakat sipil dalam pengelolaan lahan yang inklusif dan berkelanjutan.
Bersama Menjaga Hutan, Lahan, dan Masa Depan
FOLU Jawa Barat adalah ruang kolaborasi untuk membangun masa depan yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan. Dengan menggabungkan ilmu pengetahuan, kearifan lokal, aksi lapangan, dan kemitraan, kami percaya bahwa pemulihan ekosistem dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Bersama masyarakat, hutan, dan ilmu pengetahuan, kami bergerak untuk mendukung tercapainya FOLU Net Sink 2030.
